Lee Risar: Mencintai Buku Hingga Sukses Menjadi Youtuber

Menekuni Hobi

TEKUNILAH hobimu sampai  menghasilkan uang. Begitulah salah satu dari sekian banyak mantra populer yang berusaha menggerakkan generasi milenial agar segera berkreasi. Sekilas seperti tak ada keruwetan dalam isi mantra yang satu ini. Namun jauh di baliknya, ada berlapis-lapis proses agar hobi bisa menjadi uang.

Lee Risar (Dokumen Pribadi)

Akan tetapi, apakah hobi harus melulu untuk tujuan ini?

Saya justru mendapatkan jawaban lain dari salah seorang yang menekuni hobinya sejak lama.

Hobi membaca dan menulis ditekuninya sejak sekolah menengah atas. Tulisannya kemudian berseliweran di media masa cetak lokal. Ada yang berupa cerpen, puisi, feature, dan opini. Selain itu buah karyanya juga bertebaran di media online dan blog pribadinya. 

Siapa sangka kemudian ia menjadi youtuber dengan jumlah subscriber 17 ribu lebih orang. 

Dia adalah Lee Risar. Saya mewawancarainya beberapa hari lalu di tengah kesibukan belajarnya di Melbourne, Australia.

Baca juga: Program Tour Sehari dengan  Speed Boat di Labuan Bajo

Dari Lee saya mendapatkan jawaban bahwa hobi tidak melulu ditekuni untuk tujuan finansial atau ekonomi. Baginya hobi harus mampu menginspirasi orang lain untuk semakin banyak menyebarkan kebaikan. 

Lee menekuni dunia kreatif atas dorongan pribadinya. Awalnya ia mengekpresikan dorongan kreatif ini dalam bentuk tulisan. Lahirlah puisi, cerpen, opini, serta feature. 

Ia menggarap berbagai tema dalam tulisannya. Mulai dari percintaan dan masalah-masalah sosial hingga topik human interest. 

Jejak Langkah Awal

Berbicara soal kreatifitas tentu memiliki sebuah awal. Lee sendiri mengingat jejak langkah awalnya sedikit nostalgis. 

Beberapa tahun silam dorongan kreatif itu muncul dan mendorong Lee untuk menekuninya. Ia mulai dengan percobaan-percobaan kecil kemudian mulai konsisten dengan percobaannya. Lalu pada tahap yang lebih tinggi Lee pun membuat target. 

“Saya tak peduli hasilnya. Yang penting keberanian dan prosesnya yang membuat saya senang memulai dan terus mencoba.” terangnya meyakinkan.

Lee menekankan pada pentingnya passion. Apabila seseorang memiliki passion yang serius terhadap sesuatu misalnya seni, niscaya orang itu akan menghasilkan sesuatu yang positif. 

Menulis Buku dan Blog

Lee kemudian mengumpulkan tulisan-tulisannya berupa puisi dalam sebuah antologi berjudul “Kata”. Buku ini pun sudah tersebar di tangan para pembaca. 

Saat ditanya mana yang lebih menantang: apakah menulis buku atau blog? Secara teknis Lee mengatakan bahwa menulis buku lebih menantang. Pada saat sebuah buku berada di tangan pembaca, buku itu pasti akan dibaca secara serius. Pembaca tidak akan diganggu oleh hal-hal lain seperti halnya saat membaca tulisan di blog. Secara visual blog menampilkan banyak opsi untuk dibaca. Pembaca dengan sangat cepat bisa berpindah dari satu bacaan ke bacaan yang lain. Nah, Anda bisa mengunjungi blog yang dikelola oleh Lee di sini.

Buku Antologi Puisi “Kata” (Dokumen Pribadi)

 

Karena itu menulis sebuah buku itu butuh persiapan yang matang agar isinya benar-benar bermanfaat bagi orang lain. 

Namun demikian, menekuni dunia tulis menulis merupakan fondasi kokoh bagi Lee untuk melakukan percobaan baru dalam bidang lain seperti Youtube.

Menjadi Youtuber dengan 17 Ribu Subscriber

Youtube telah menjadi platform populer baru yang paling banyak diakses oleh masyarakat. Berkat sang adik yang memperkenalkan segala sesuatu tentang Youtube, Lee pun kini mengelola channelnya secara serius dengan jumlah pelanggan yang besar. Ada tiga channel youtube yang dikelola Lee yakni Rakat TV, Miracle Presents, dan Catatan Lepas. Anda bisa mengunjunginya dengan mengklik pada masing-masing nama channel tersebut.

Salah satu channel Lee Risar Miracle Presents

Setelah channelnya dimonetisasi Lee pun menerapkan strategi tertentu agar konten youtubenya bisa diterima oleh penonton. 

Seorang youtuber harus jujur dengan dirinya sendiri, menjadi apa adanya dan tidak berusaha berakting menjadi orang lain. Ini merupakan keyakinan sekaligus strategi pribadi Lee dalam mengelola konten-kontennya sehingga berhasil menggapai penonton besar dan dimonetisasi. 

Baca juga: Tour Menginap di Kapal Keliling Taman Nasional Komodo

Selain itu, peralatan yang lengkap seperti kamera yang baik, voice recorder, kemampuan editing, membuat thumbnail yang menarik, serta pengetahuan marketing adalah strategi lain yang harus dikuasai dalam mengembangkan channel youtube. 

Tentu saja tidak semua konten bisa berhasil dan diterima oleh khalayak penonton. Penolakan dan kritik pasti ada. Lee memanfaatkan ini untuk mengevaluasi strateginya dan menyiapkan konten yang lebih baik.

Dukungan keluarga, teman-teman, serta subscriber channelnya membuat Lee bersemangat dalam berkarya saat ini dan di hari esok. 

Kepada generasi milenial Lee berpesan agar setia dan tekun mengolah hobi sehingga dapat memberikan pesan-pesan positif kepada masyarakat.*